Olahraga Renang Untuk Terapi Pernapasan

Posted on

Hampir tiga bulan terakhir ini, aku punya jadwal tambahan baru, menemani Moses les renang. Jadwal latihannya seminggu sekali, 2 sampai 3 jam setiap kali latihan. Lumayan lama untuk anak seumur Moses. Kebetulan guru renang Moses tidak terlalu kaku untuk urusan waktu. Kalau Moses mulai bosan dan capek, biasanya beliau memberi waktu istirahat dulu supaya Moses bisa bermain di kolam anak-anak atau istirahat makan. Begitu juga kalau jadwal latihan resmi sudah selesai (1x latihan, 1,5 jam), beliau bersedia memberi ekstra time, bahkan sampai 3 jam.

Berlatih renang dengan bimbingan guru privat seperti ini membuat latihannya jadi lebih terstruktur. Moses jadi tidak cuma sekadar main kecipak-kecipuk di dalam air dan asal-asalan berenang. Tapi juga diajari teknik olah napas yang benar, teknik gerakan renang, dan lain-lain. Model latihannya tentu saja tidak sama dengan latihan atlet, meskipun seperti pada umumnya guru olahraga, guru renang Moses ini juga tegas dan terlihat sangar hihihi. Tapi karena aku selalu mendampingi Moses pada tiap sesi latihannya, aku jadi tahu kalau beliau memang berpengalaman mengajar anak-anak. Alhamdulillah, Moses senang banget dan menunjukkan banyak peningkatan. Terutama untuk pernapasannya. Gak pernah batuk-batuk saat tidur malam lagi.

Jadi awalnya, Moses sering sekali terbangun di malam hari karena batuk. Padahal lagi gak sakit. Lama-kelamaan batuknya makin parah dan makin sering. Tapi hanya di malam hari saat tidur. Kadang-kadang wajahnya sampai berwarna merah keunguan saat sedang batuk 🙁 Aku dan papinya selalu deg-degan tiap kali Moses batuk. Alhasil, kami tidak pernah bisa tidur tenang di malam hari karena selalu khawatir dan kerap terbangun setiap kali Moses batuk-batuk.

Anehnya, kalau siang, Moses gak pernah batuk. Moses itu anak yang aktif sekali. Banyak gerak dan banyak suara. Sudah beberapa kali dibawa ke dokter, tidak ada diagnosa yang tepat untuk batuknya. Disinar, paru-parunya bersih. Diuap, gak ada hasil. Asma juga bukan. Yang ada, cuma macam-macam obat saja yang diminum Moses. Mulai dari pengobatan tradisional sampai antibiotik. Akhirnya kami menghentikan semua upaya pengobatan dan memutuskan mendaftarkan Moses les renang saja.

Moses mulai les renang dari tahap nol. Sama sekali belum bisa. Taunya, ya, cuma main kecipak-kecipuk dalam air di kolam anak-anak saja. Kelebihannya, dia berani. Jadi ketika gurunya mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang baru di luar kemampuannya, dia excited dan berani menghadapi kekhawatirannya. Latihan pertama langsung disuruh loncat ke dalam kolam yang dalam, diteriak-teriaki, dan langsung praktek menyelam dan berenang. Dalam waktu 2 minggu, berarti 2 kali latihan, Moses sudah ciat-ciat terjun ke kolam dan bisa berenang sendiri. Awalnya terbersit rasa gak tega juga, sih. Tapi karena Moses-nya senang-senang aja, lama-kelamaan rasa khawatir hilang. Dalam waktu 1,5 bulan (6x latihan), Moses sudah bisa berenang 1 putaran lebar kolam renang. Tanpa dibantu (dipegangi) dan tanpa jeda. Aku sampai mau nangis waktu itu. Terharu. Papinya bilang, “Kalau aku yang ngajarin, belum tentu bisa secepat ini”.  Dan yang lebih membahagiakan lagi, baru 2x latihan saja, frekuensi batuk Moses berkurang. Sekarang, Moses udah gak pernah batuk-batuk  lagi di malam hari.

Sudah sejak lama, olahraga renang dipercaya bisa menjadi terapi untuk masalah pernapasan. That’s why orang yang punya asma dianjurkan untuk rutin olahraga renang. Untuk anak-anak, berenang bisa jadi kegiatan yang sangat menyenangkan. Anak-anak pada umumnya suka bermain air. Meskipun ada saja, sih, anak yang takut diajak berenang. Saat menunggui Moses, aku sering sekali melihat anak kecil yang menangis dan menjerit-jerit ketakutan ketika dibawa orangtuanya masuk ke kolam renang. Sebaiknya memang ada upaya pengenalan secara bertahap sebelum membawa anak ke kolam renang supaya tidak kaget. Untungnya ada bathtub segede bak mobil truk di rumah, jadi waktu pertama kali Maira ikut kami ke kolam renang, dia gak ketakutan karena sudah sering berendam di bathtub. Sesampainya di kolam renang pun, suamiku mengajak Maira jalan-jalan berkeliling kolam dulu dan menonton abangnya latihan renang. Papinya menunggu sampai Maira sendiri yang minta masuk ke kolam renang, baru aku mengganti bajunya. It’s worked! Maira senang banget dan gak takut sama sekali. Malah ketagihan, termasuk ketagihan loncat ke kolam 😀

Heuheu, seru, ya? ^_^ So, gak usah ragu dan khawatir mengajak anak-anak berenang secara rutin. Berikut ini manfaat lain dari olahraga renang yang bagus banget untuk perkembangan anak-anak kita:

  • Berenang melatih sistem pernapasan jadi lebih kuat. Moses itu, kalau batuk-batuk pas lagi berenang, malah disuruh menyelam sama gurunya. Setelah tiga sampai empat kali menyelam, batuknya berhenti.
  • Berenang bisa menghilangkan stres dan lelah. Seminggu sekali latihan renang ternyata jadi hiburan tersendiri untuk Moses. Kebetulan hari Sabtu dia masih masuk sekolah. Pulang sekolah langsung berenang, bukannya membuat dia capek, tapi malah bikin Moses jadi lebih gembira dan bersemangat.
  • Berenang melatih anak jadi percaya diri. Ada seorang teman Moses yang suka menyebutnya “cemen”, “payah”, dan bahasa-bahasa lain yang kurang enak didengar. Untungnya Moses tipe anak yang positif, jadi tidak gampang terpengaruh dengan perilaku temannya itu. Suatu kali, Moses mengajak temannya berenang. Ternyata temannya itu tidak bisa berenang. Bahkan akhirnya dia menangis karena malu tidak bisa berenang. Kejadian tersebut tidak membuat Moses balas “mengata-ngatai” temannya, tapi malah menyemangatinya untuk belajar dan menawarkan diri untuk mengajari temannya berenang 😀
  • Berenang memperkuat otot-otot tubuh dan bisa membantu memperbaiki postur tubuh. Bagi anak-anak, berenang bisa menambah tinggi badan mereka. Hmm, let’s see. Pembuktiannya tentu tidak instant dan perlu latihan secara rutin.
  • Berenang melancarkan sirkulasi darah, sehingga tubuh lebih sehat dan bisa membuat kualitas tidur meningkat. Sejak rutin berenang, Moses tidur lebh nyenyak di malam hari karena gak terganggu batuk lagi.

Kalaupun ada kekurangannya, kayaknya cuma satu sih. Itupun kalau bisa dikatakan sebagai kekurangan.  Kulit Moses jadi tambah gelap hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *